MoU Perusda Panca Karya – Pertamina Trans Kontinental – Soletanche Bachy International

Pertamina Trans Kontinental (PTK)  Bersama-sama Soletanche Bachy International (SBI) telah diundang Perusahaan Daerah Panca Karya (PDPK), sebuah BUMD milik Provinsi Maluku, untuk turut mengembangkan Kawasan Pangkalan Kedaulatan Terintegrasi NKRI (Integrated Offshore Supply Base) di Pulau Selaru.

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai anak perusahaan Pertamina Trans Kontinental yang difokuskan untuk melayani marine services , logistik dan pengelola pelabuhan untuk mendukung operasional pertamina, bersama-sama dengan Soletanche Bachy International (SBI) perusahaan swasta dari Perancis bidang pengembangan dan konstruksi pelabuhan  untuk turut mengembangan Pelabuhan Selaru.

Pelabuhan Selaru dibangun dengan maksud untuk mengembangkan Kawasan Pangkalan Kedaulatan Terintegrasi NKRI (Integrated Offshore Supply Base) di Pulau Selaru dengan investasi diperkirakan 1,3 trilyun rupiah.

Acara penanda-tanganan MoU dilakukan di Four-Season Hotel, Gatot Subroto pada Hari Kamis tanggal 17 January 2019. Dihadiri oleh Direktur Utama Perusda Panca Karya Antonius Sihaloho, Direktur Komersial PTK Wedi Kamaludin, Direktur Asia Pacific dari SBI Nicolas Pich, beserta tamu kehormatan yaitu Wakil Gubernur Maluku, Atase Ekonomi Kedutaan Perancis, Deputi IV Koordinator Pertahanan Negara, Team Pokja Selaru dan Kepala BAIS serta CEO Relecom & Partners.

Harapan positif diungkapkan oleh Wakil Gubernur Maluku, DR. Zeth Sahuburuha,SH, MH  bahwa pembangunan infrastruktur dan fasilitas shorebase ini akan meningkatkan peran pemerintah daerah dalam mempermudah explorasi offshore dan meningkatkan Pendapat Asli daerah (PAD) / ekonomi daerah secara umum.

Stephane Bourillot sebagai Direktur dari ForShore, ForShore merupakan cabang dari SBI yang focus pada design, pendanaan, konstruksi, pemeliharaan pada pelabuhan laut, berkeinginan akan bekerja untuk berperan secara optimal untuk mendukung suksesnya proyek ini.

Wedi Kamaludin sebagai Direktur Komersial dari PTK juga meyakinkan bahwa dengan pengalaman sejenis di Batam dan Kalimantan Timur, pelabuhan shorebase ini dapat memberikan standard pelayanan migas secara baik selain mendukung operasional pertamina di Kawasan Indonesia Timur.

Fatah Malik sebagai Ahli Remote Offshore Logistics Management (ROLM), serta sebagai team Pokja Selaru Kemenko POLHUKAM memberikan keterangan visi-misi project Pangkalan Kedaulatan – NKRI ini terkait memperkuat jati diri sebagai negara maritime dengan membangun Indonesia dari pinggiran. Ditegaskan juga bahwa sinergitas dalam pengelolaan-pembangunan fasilitas terpadu / terintegrasi / sharing facility di  Pulau Selaru ini merupakan bagian dari sarana untuk mendukung kegiatan eksplorasi migas yang masif di area timur Indonesia yang kaya akan cekungan Minyak & Gas serta bagian dari kegiatan “Bela Negara”.

Leny Maryouri sebagai Ahli Pendanaan Infrastruktur di Indonesia meyakinkan bahwa proyek ini akan sukses karena sudah diperhitungan sumber pendapatan sebagai pengembalian investasi. Dia mengungkapkan bahwa adanya shorebase port di Pulau Selaru akan memacu percepatan realisasi explorasi terhadap 7 Blok minyak & gas lepas pantai / offshore di Kawasan Indonesia Timur yang akan membantu memudahkan (effective  & Effisient) untuk proses logistic explorasi lepas pantai. Explorasi dari 7 proyek eksplorasi offshore akan menjadi pasar utama layanan yang diharapkan akan mampu mengembalikan atas investasi pelabuhan shorebase tersebut.